Tips Mengurus dan 13 Keunikan Bayi Baru Lahir

Gadingpos.com – Bagi pasangan suami istri, hadirnya seorang anak adalah hal yang sangat membahagiakan. Terlebih bagi seorang perempuan menjadi ibu baru memang tidak mudah. Sebab, setiap ibu harus pintar dan cermat dalam menyesuaikan kegiatan baru yang akan dilakukannya.

Bayi yang baru lahir sering memberi kejutan kepada orangtuanya melalui tingkah laku di masa perkembangannya. Terlebih lagi si kecil tidak hanya bisa menangis saat lapar dan ngantuk atau tersenyum ketika berada di dekat kedua orangtuanya. Namun bayi yang baru lahir juga memiliki banyak hal yang jarang diketahui oleh para orangtua.

Bagaimana Cara Mengurus Bayi Yang Baru Lahir ?

Ada beberapa cara yang harus di perhatikan dalam mengurus bayi baru lahir, seperti :

  1. Skin To Skin dan Inisiasi Menyusui Dini
  2. Menciptakan Bounding
  3. Merawat Tali pusat
  4. Memandikan Bayi

13 Fakta Menarik Bayi Baru Lahir Yang Harus Kamu Tahu

  1. Tidak mengeluarkan air mata saat menangis

Bayi akan sering menangis pada 2-3 minggu setelah kelahirannya. Namun menariknya saat menangis bayi baru lahir tidak akan meneteskan air mata. Karena bayi hanya memiliki jumlah air mata yang sangat sedikit. Air mata bayi baru bisa keluar setelah mereka berumur 1 bulan.

  1. Tidak merasakan asin

Bayi baru bisa merasakan manis, pahit dan asam saat lahir. Rasa manis didapatkan bayi saat minum air susu ibu (ASI). Rasa asin baru bisa bayi rasakan saat berusia 6 bulan atau sudah mendapat MPASI.

  1. Berhenti bernafas saat tidur

Bayi mengalami henti napas saat tertidur. Hal ini merupakan kondisi yang lumrah dan bukan menandai masalah kesehatan tertentu. Bayi dapat berhenti napas selama 5-10 detik saat sedang tidur.

  1. Tanda lahir bayi akan hilang

Tanda lahir pada bayi berupa bintik-bintik kebiruan di area punggung hingga tubuh bagian bawah biasanya tanda lahir tersebut ternyata dapat memudar atau bahkan hilang dengan sendirinya dalam beberapa tahun.

  1. Fases bayi tidak bau

Feses pertama bayi disebut mekonium. Feses ini berbentuk cair dan berwarna hitam. Mekonium terbentuk dari lendir, cairan dari Rahim dan semua elemen yang mereka cerna saat masih berada di kandungan. Meski memiliki warna gelap, mekonium yang dikeluarkan bayi pada momen pertama buang air besar tidak memiliki bau.

  1. Memiliki banyak sel otak

Otak bayi sangat aktif karena memiliki sel yang lebih banyak dari orang dewasa. Bayi terlahir dengan neuron yang jumlahnya hampir mencapai 100 triliun dan terus mengalami perkembangan. Pada usia 1 tahun, otak bayi akan membesar dua kali lipat. Hal tersebut yang membuat anak kita memiliki ingatan yang tajam dan memiliki ketrampilan dalam meniru bunyi.

  1. Pandangan terbatas

Bayi baru lahir umumnya memiliki jarak pandang sekitar 20 – 30 sentimeter. Bentuk dan pergerakan benda maupun orang di sekitarnya masih terlihat buram.

  1. Bayi butuh banyak tidur

Di minggu pertama kelahirannya, bayi membutuhkan waktu sekitar 18 – 22 jam untuk tidur. Durasi ini terbagi dalam beberapa waktu acak, sebab bayi belum bisa membedakan kapan waktu yang tepat untuknya tidur. Saat bayi sudah bisa membedakan siang dan malam, bayi akan tertidur saat gelap dan suasana hening.

  1. Belajar bahasa sejak dalam kandungan

Bayi sudah bisa mengenali suara dalam kandungan saat usianya 23 minggu. Meskipun bayi baru mengucapkan kata pertamanya saat berusia 1 tahun, namun bayi sudah belajar mengenal kata-kata sejak dalam kandungan.

  1. Sering menangis

Bayi sering menangis sebab dengan cara tersebut, bayi hendak berkomunikasi untuk mengutarakan pendapat dan perasaannya.

  1. Lapar terus menerus

Jangan berikan asupan makanan sebelum usianya 6 bulan dan juga jangan memberikan ASI secara berlebihan.

  1. Kulit tubuh kering

Kulit bayi memang terkenal cukup sensitive. Kulit bayi akan berubah menjadi kering. Bahkan, untuk sejumlah bayi bisa merasakan gatal-gatal hingga iritasi kulit.

  1. Dapat berenang alami

Bayi yang baru lahir secara alami akan menahan napas ketika berada di bawah air. Sebuah studi oleh Griffith University di Australia menunjukkan anak-anak yang berenang memiliki kemajuan dalam perkembangan fisik dan mental lebih baik.